Kajian Kritis

Kajian Kritis adalah suatu tindakan seseorang untuk mengkritisi suatu tulisan,buku,atau artikel. Di dalam membuat kajian kritis kita tidak hanya mengkritisi isi dari suatu artikel atau tulisan akan tetapi juga boleh mengkritisi bentuk tulisan,tata letak, ejaan, dan kerapian serta tanda baca dalam tulisan atau artikel.

Dengan kajian kritis maka kita di didik untuk selalu bersikap dan berpikir kritis dengan tujuan kita dapat berpikir dengan cepat secara ilmiah.sebelum menkritisi sebuah tulisan atau artikel tentunya kita harus sudah punya bekal pengetahuan yang cukup karena tanpa itu maka kita tidak bisa membuat kajian kritis. Dengan kata lain bahwa kita harus meningkatkan pengetahuan kita dengan Membaca. banyak membaca adalah suatu aktivitas yang sangat baik dan positip bagi jiwa pendidik. dengan kita sering mengkritisi suatu artikel maka kita akan tertuntut untuk selalu banyak membaca dan pengetahuan baru yang Up to date ( terbaru ).

Kajian kritis tidah hanya dibuat untuk bidang pendidikan saja akan tetapi segala bidang aspek bisa kita lakukan kajian kritis.

Guru adalah merupakan sosok yang dianggap siswa memiliki pengetahuan yang banyak dan dinggap pandai, maka tak ada salahnya jika kita sebagai pendidik yang dapat mengikuti perkembangan teknologi , kita dapat selalu dapat meningkatkan pengetahuan kita dengan lebih banyak membaca setiap saat dan waktu.

Ketika kita mampu mengkritisi sebuah artikel dengan baik maka kita merasa bahwa pengetahuan kita lebih baik dari pembuat artikel padahal bukan begitu yang sebenarnya,karena Everyone has limits ( manusia memiliki kekurangan ). tidak ada orang yang sempurna kecuali kesempurnaan hanya milik Allah. maka kita manusia sangat tidak pantas kalau sombong.

Kajian kritis ditujukan kepada guru melalui program MGMP bermutu agar guru terbiasa berpikir kritis dan benar untuk menghadapi kemajuan teknologi yang semakin komplek yang memaksa kita sebagai panutan ( guru )  untuk selalu optimis dan bersikap positip.

Berikut ini saya sertakan Kajian Kritis saya yang pertama dan Baru latihan , saya mengkritisi suatu artikel Pendidikan

Anda bisa baca Kajian Kritis saya berikut ini :

Pembatasan Pikiran Sangat Merugikan

Pendidikan di Indonesia
(Studi kasus Iraq)

 

Bahan ini cocok untuk Semua Sektor Pendidikan.
Nama & E-mail (Penulis): Muhammad Iqbal
Saya Pengamat Pendidikan di Jakarta
Tanggal: 16 Mei 2003
Judul Artikel: Pembatasan Pikiran Sangat Merugikan Perkembangan Pendidikan di Indonesia (Studi kasus Iraq)
Topik: Kalau ingin maju bukalah pikiran dan berpikir terbuka.

Maaf ya, saya sebagai orang Islam seringkali malu mendengarkan Tokoh Agama berbicara di televisi dan di radio di negara kita mengenai politik internasional. Keahlian mereka di bidang agama, tetapi mengapa mereka sering ditanya mengenai masalah luar negeri? Tanpa bermaksud mengurangi respek kepada mereka, kelihatannya secara umum, mereka tidak begitu mengerti dan tidak punya keahlian khusus mengenai hal-hal luar negeri. Mereka belajar dari mana? Kapan mereka studi politik internasional? Masyarakat Indonesia sudah seharusnya mulai heran mengenai kebenaran informasi diluar masalah keagamaan dari Tokoh Agama (ingat kasus Afghanistan – masyarakatnya ternyata menyambut gembira jatuhnya Taliban).

Sebagai contoh yang paling aktual adalah “kasus Iraq” – Apa yang dapat kita petik dari kejadian di Iraq?
Jelas Tokoh Agama yang membela Saddam Hussein tidak pernah mendengar cerita-cerita dari pengungsi Iraq (sampai dua juta (2.000.000) orang Iraq lari dari Saddam Hussein). Kelihatnya mereka (Tokoh Agama) juga tidak punya pengalaman sendiri di negara Iraq. Kira-kira dua tahun yang lalu Indonesia menerima sekitar 2.000 pengungsi dari Iraq. Saya sendiri sudah kenal beberapa pengungsi dari Iraq dan kita tentu harus menaruh simpati kepada masyarakat Iraq. Bukan karena perang kemarin (sekarang ada harapan) tetapi karena tidak ada negara lain (termasuk negara Islam) yang mau membantu mereka untuk menjatuhkan Saddam Hussein.

 

Masyarakat Iraq selama zaman Saddam Hussein sering dipaksa untuk melakukan peperangan dengan Iran (negara Islam juga), Kuwait (negara Islam), perang dengan suku-suku masyarakat sendiri (seperti terjadi di Indonesia) dan korbannya sudah ribuan orang (orang Islam). Mengapa Tokoh Agama di Indonesia tidak meributkan mengenai ribuan korban (orang Islam) tersebut yang meninggal di tangan Saddam Hussein? Kelihatannya banyak Tokoh Agama Indonesia lebih sibuk dengan tujuan politik tertentu. Mengapa mereka masih mau meributkan hal ini sekarang padahal Iraq baru mempunyai kesempatan untuk menentukan masa depan yang lebih baik? Sekarang banyak pengungsi Iraq sudah mau pulang ke negerinya. Lihat sendiri kemajuan Iraq nanti, Indonesia pasti ketinggalan!

(Ref. Dari ttp://www.refugees.org/ – zaman Saddam Hussein)
“Between 1 and 2 million Iraqis estimated to be living outside Iraq were believed to have a well-founded fear of persecution if they returned, although only about 300,000 had any formal recognition as refugees or asylum seekers in 2001. Some 203,000 Iraqi refugees were living in Iran, while 5,100 Iraqi refugees remained in the Rafha camp in Saudi Arabia at year’s end. During the year, some 41,238 Iraqis applied for asylum in Western industrialized countries, mostly in Europe. The largest number, 17,708, applied for asylum in Germany, followed by the United Kingdom (6,805), and Sweden (6,206). Many, such as the 250,000 to 300,000 Iraqis in Jordan and about 40,000 Iraqis in Syria, remained undocumented and were not formally recognized or protected as refugees.” Untuk yang ingin belajar mengenai keadaan masyarakat Iraq zaman Saddam Hussein mohon mampir ke http://www.refugees.org/world/countryrpt/mideast/iraq.htm.

Mengapa Saudia Arabia mendukung USA dalam perang Irak kemarin? Mengapa negara-negara tetangganya yang notabene adalah negara Islam diam saja sewaktu Amerika masuk Iraq? Ini hal-hal penting dan tidak banyak dibahas secara rasional di Indonesia, mengapa? Apakah negara tetangga Islam juga sebenarnya beharap Saddam Hussein dijatukan supaya semua negara lebih aman di Timur Tenggah? Apakah negara-negara tetangganya setuju bahwa masyarakat Iraq akan dapat lebih tenang dan dapat mulai merancang masa depan yang lebih baik tanpa Saddam? Mengapa orang Iraq merangkul dan memeluk tentara Amerika dan ingin menghancurkan monumen Saddam Hussein di Bagdad? Untuk memahami masalah ini dan memperluas perspektif sebaiknya kita melihat sejarah Iraq melalui situs-situs yang ada seperti http://www.zum.de/whkmla/region/arabworld/xiraq.html dan banyak situs yang lain juga.

Hal-hal penting terkait dengan kajian dunia pendidikan adalah:

  • Bila kita ingin tahu mengenai agama kita tentu belajar dari Tokoh Agama. Tetapi, kalau kita ingin mengerti politik internasional kita harus rajin mencari informasi sendiri dari seluruh sumber internasional. Jangan percaya siapapun, carilah informasi sendiri sebanyak-banyaknya, menganalisis semua informasi yang ada (banyak informasi ada di Internet) dan Anda dapat meningkatkan pengetahuan “secara intelektual” dan tidak mudah untuk “dibodohi” lagi.
  • Sekarang di Indonesia banyak sekolah dan siswa sudah mulai menggunakan Internet. Tetapi kita percuma kalau kita hanya dapat akses situs bahasa Indonesia – sangat terbatas perspektifnya dan informasinya!
  • Kita wajib belajar dan memahami bahasa Inggris (bahasa internasional) supaya masa depan kita dan pengertian kita terhadap dunia ini tidak sangat terbatas.

Pesan untuk Tokoh Agama
Bila Tokoh Agama ingin mengadakan jihad, mengapa tidak untuk “Jihad Korupsi” atau “Jihad Kemiskanan” di negara kita, atau terus meributkan mengenai “ribuan anak bangsa kita” (orang Islam) yang sudah, dan akan meninggal di Aceh “di tangan orang Islam” (kita sendiri) kalau masalahnya tidak cepat dibereskan. Atau, “Jihad Pendidikan” supaya anggaran yang sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan negara terrealisasi. Negara kita termasuk yang paling tidak benar di dunia. Mohon jangan memalukan negara kita terus. Kalau mau cari orang yang jahat, tidak harus jalan jauh, banyak di sini. Sebaiknya konsentrasi untuk memperbaiki hal-hal yang menguntungkan negara kita.

Saya Muhammad Iqbal setuju jika bahan yang dikirim dapat dipasang dan digunakan di Homepage Pendidikan Network dan saya menjamin bahwa bahan ini hasil karya saya sendiri dan sah (tidak ada copyright).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kajian Kritis :

By : Supriyanto,S.Pd.

SMP 1 Randublatung

Kajian Kritis dari Artikel yang berjudul :”Pembatasan Pikiran Sangat Merugikan Pendidikan di Indonesi “ yang ditulis oleh Muhammad Iqbal , Seorang Pengamat Pendidikan yang berasal dari Jakarta, dan di tulis pada Tanggal 16 Mei 2003 )

 

  1. 1. Pendahuluan

Sebuah artikel pendidikan yang ditulis oleh Muhammad Iqbal dengan judul :”Pembatasan Pikiran Sangat Merugikan Pendidikan di Indonesi “, menurut saya artikel ini sangat menarik karena dalam artikel terdapat banyak alasan mengapa Negara kita tercinta mengalami kemunduran dan tidak berkembang dengan baik dalam bidang Pendidikan Khususnya dan bidang lain pada Umumnya.

Selain itu juga artikel pendidikan ini sangat baik dibaca atau direnungkan oleh kita semua bangsa Indonesia pada umumnya dan para guru pada khusunya yang saat ini guru adalah notabene dengan pencetak generasi penerus bangsa Indonesia tercinta.

Artikel yang ditulis oleh Muhammad Iqbal ini patut untuk kita kaji ulang dan kemudian kita berusaha untuk mengambil tindakan dan membenahi pendidikan Indonesia yang saat ini terpuruk dan kita mulai dari yang paling terkecil yaitu dimulai dari pribadi kita masing-masing sebagai pendidik.

Muhammad Iqbal dalam artikel yang ditulisnya menyampaikan alasan-alasan mengapa bangsa Indonesia tidak mengalami kemajuan yang signifikan. Banyak hal yang harus dibenahi seiring dengan perkembangan teknologi dan politik yang memaksa kita untuk mengikuti perkembangan itu demi terwujudnya bangsa Indonesia yang maju dan  pendidikan yang diinginkan bangsa Indonesia saat ini demi menjawab tantangan dunia yang semakin modern.

Dalam artikel ini masih kurang penjelasan dan alasan yang mendukung suatu dasar pemikiran sehingga tampak kurang menuju sasaran yang tepat.

 

  1. 2. Rangkuman

Artikel Pendidikan yang ditulis oleh Muhammad Iqbal adalah menyampaikan beberapa alasan dan bukti mengapa pendidikan dan politik kita kurang maju karena bangsa kita para tokoh agama yang menyorot politik internasional tetapi para tokoh tersebut tidak mempunyai pengalaman dan bukti yang kuat.

Banyak para tokoh agama yang membela kaum hanya melihat dari pandangan politik saja dan mereka para tokoh agama tidak melihat kaum islam yang harus dibela dalam peperangan dan harus ditolong karena mereka adalah saudara kita seagama.

Tokoh agama yang hanya membela karena alasan politik saja dan bukan membela bidang tertentu yang perlu mendapat perhatian khusus misalnya tentang korupsi yang merajalela dalam segala bidang termasuk bidang pendidikan.

Indonesia adalah Negara yang besar namun Negara yang juga tidak bisa maju karena tingkat korupsi yang sangat luar biasa, padahal masih banyak rakyat Indonesia menderita dan kelaparan, Nah masalah inilah yang dimkasud penulis harus diperhatikan terlebih dahulu demi kemajuan bangsa Indonesia.

 

  1. 3. Kritik

Dalam Artikel Pendidikan yang berjudul “Pembatasan Pikiran Sangat Merugikan Perkembangan Pendidikan di Indonesia”, ada beberapa kritik yang ingin saya sampaikan :

  1. Dalam paragarf pertama terdapat beberapa kalimat yang kurang jelas ( terkesan kurang runtut dan kurang jelas ) .
  2. Terdapat beberapa tanda baca yang kurang tepat misalnya tanda , (koma) yang akan mengurangi isi atau penekanan kalimat yang ingin disampaikan
  3. Terlalu menyorot bebarapa tokoh agama yang ada di indonesia yang seharusnya tidak hanya tokoh agama saja , masih banyak tokoh lain yang lebih parah dari tokoh agama tersebut.
  4. Pada paragraf kedua masih ada tanda baca yang kurang tepat , misalnya tanda kurung ( )
  5. Terdapat beberapa pendapat yang sudah disertai bukti dan sejarah yang ada namun tidak ada alasan yang kuat mengapa hal tersebut terjadi
  6. Antara paragraf yang satu dengan yang lain masih kurang adanya kesinambungan yang jelas atau kurang adanya hubungan yang jelas.
  7. Penulis lebih suka mendiskriditkan bangsa sendiri, yang mana seharusnya memberikan motivasi dan dukungan kepada meraka.

 

  1. 4. Penutup

Artikel yang berjudul “Pembatasan Pikiran Sangat Merugikan Perkembangan Pendidikan di Indonesia” dengan penulis Muhammad Iqbal adalah sebuah artikel pendidikan yang merupakan gambaran nyata bangsa kebobrokan pendidikan bangsa indonesia dan harus segera ditindak lanjuti untuk mendapatkan perbaikan dengan cepat dan tepat.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s